Sunday, March 24, 2019

Sekilas tentang saya


Hello world!
Long time no post here. I’m pretty sure that you miss me ^_^ hehe ...
Nah, dalam kesempatan ini, saya akan mencoba untuk membuat cerita singkat tentang diri saya dalam bentuk essay. Essay ini saya buat dalam rangka pemenuhan tugas kuliah saya yaitu mata kuliah Komunikasi Bisnis.
Konsep diri merupakan bagian dari bentuk komunikasi antar pribadi (Interpersonal Communication). Komunikasi ini masuk ke dalam kesadaran diri kita sendiri (self awareness). Konsep diri ini sangatlah penting agar kita mampu mengetahui bagaimana kita memandang dan memahami diri kita sendiri.
Konsep diri juga merupakan pandangan seseorang tentang evaluasi dirinya sendiri. Konsep diri tumbuh dari interaksi sosial dalam lingkungan yang berpengaruh terhadap kehidupan individu serta juga memiliki dimensi yaitu pengetahuan tentang diri sendiri, penghargaan terhadap diri, dan penilaian terhadap diri sendiri. Konsep diri menjadi bagian terpenting dari kepribadian seseorang dalam bersikap dan berperilaku. 

So, check it out!

Saya, Sri Rezeki Situmorang, anak ke empat dari empat bersaudara. Mau tau nama panggilan saya? Hehe.. Saya memiliki banyak nama panggilan, terkadang dipanggil cik, terkadang cikna, terkadang sri, terkadang serik ataupun srik. Bermacam-macam bukan? Iya betul sekali. Saya tidak mempermasalahkan sama sekali orang-orang memanggil saya dengan sebutan apa.
Di hari minggu pada tanggal 1 September 1996,tepatnya pukul 07:00 wib  saya dilahirkan ke dunia. Saya lahir di sebuah kota kecil yang berada di provinsi sumatera utara, yaitu kota Pematangsiantar. Dilimpahi sebuah keluarga sederhana dari seorang Ibu br Sinaga dan Ayah saya yang tentunya bermarga Situmorang. Iyaa, saya turunan orang batak asli, pliss jangan permasalahkan nama saya yang nama orang jawa hehe..
Saya adalah anak ke empat dari empat bersaudara. Iya, saya anak bungsu. Menjadi anak bungsu bukanlah hal yang mudah. Ketika saudara-saudara saya yang lain beranjak dewasa, saya juga dituntut untuk bersikap lebih dewasa di usia saya yang seharusnya masih sedikit kekanak-kanakan. Saya memiliki tiga saudara yang terdiri dari dua kakak perempuan dan satu kakak laki-laki yang biasa saya panggil abang.
Betapa saya bahagia memiliki keluarga yang sangat berarti bagi saya. Saya bukan orang yang luar biasa tapi Tuhan begitu baik selalu mengaruniakan keluarga yang luar biasa kepada saya. Tidak bermaksud melebih-lebihkan, tetapi saya sadar kalau saya ada berkat mereka. Tanpa mereka saya bukan siapa-siapa. Saya sangat menyayangi mereka dan tidak ingin kehilangan satupun dari antara mereka.
Pada tanggal 26 Desember 1996, saya dibaptis di sebuah gereja di tempat orang tua saya terdaftar. Pada saat itulah nama saya Sri Rezeki Situmorang, disahkan. Hari itu juga, saya resmi terdaftar di gereja tersebut.
Pada saat kecil saya lebih sering ditemani oleh Ibu saya. Hal itu dikarenakan Ayah saya yang pergi ke sekolah setiap harinya. Tapi itu dulu, ketika saya masih kecil. Iya, Ayah saya adalah seorang guru.
Di usia saya ke enam tahun, saya didaftarkan memasuki Sekolah Dasar (SD). Salah satu sekolah yang terletak tidak jauh dari rumah saya. Saya mulai masuk sekolah di sekitar pertengahan tahun 2002 yaitu di SD GKPS 1 Pematangsiantar. Saya tidak mengerti sama sekali apa yang ada di pikiran saya, saya hanya mengikuti arahan ibu saya. Ibu saya merapikan seragam yang saya pakai dan perlengkapan-perlengkapan lainnya dan saya diantar sampai ke dalam kelas.
Terlihat jelas apa yang dilakukan ibu saya ketika menunggu saya di luar, Ibu saya tersenyum bahagia melihat anak bungsunya sudah mulai menikmati bangku sekolah. Di sisi lain, saya tidak mengerti apa tujuan saya pergi ke sekolah. Di pikiran saya, kita hidup di dunia hanyalah untuk menikmati hidup, makan apabila waktu makan sudah tiba, tidur apabila waktu tidur sudah tiba, dan selebihnya bermain-main.
Hari pertama saya sekolah selesai, dan saya tidak menikmatinya. Saya tidak tahu tujuannya untuk apa saya disekolahkan, dan saya kembali ke rumah. Hari-hari selanjutnya seperti itu, bedanya saya sudah berangkat sendiri ke sekolah. 
Waktu demi waktu berlalu, saya mulai menikmati semua kegiatan saya. menjadi siswa sekolah dasar ternyata adalah hal yang paling menyenangkan. Memiliki banyak teman bahkan bermain-main menghabiskan waktu dengan mereka.
Sebagai seorang siswa, tentunya saya juga mengikuti ekstrakulikuler di sekolah saya, seperti latihan menari tari daerah. Saya kerap ikut lomba-lomba tari daerah mewakili sekolah saya. Selain itu juga saya mengikuti beberapa olimpiade matematika baik itu tingkat antar sekolah, antar rayon, bahkan tingkat kabupaten/ kota. Hingga akhirnya saya lulus sekolah dasar pada pertengahan tahun 2008.

Setelah lulus, kemanakah saya melanjut?

Saya tidak tahu sebelumnya hal apa yang membawa saya ke sekolah ini. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya. Saya bertanya kepada orangtua saya, dan mereka berkata, ke sekolah ini aja, biar pergi pulangnya selalu bareng Ayah. Oke, saya mengikuti arahannya.
Di pertengahan tahun 2008, Ayah menemani saya mendaftar di Yayasan Perguruan Teladan, sebuah sekolah swasta di kota kelahiran saya yang terletak lumayan jauh dari rumah saya. Banyak waktu yang lebih berkualitas saya lalui bersama Ayah. Diantar dan dijemput pulang sekolah sama Ayah, makan siang selalu di luar bersama Ayah, dan banyak hal lainnya. 
Selama di SMP saya mengikuti beberapa ekstrakulikuler seperti basket dan volley. Saya sangat menikmati waktu-waktu saya. Selain itu saya juga pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi mewakili sekolah saya di kota Medan. Hingga tiba pertengahan tahun 2011, saya lulus dari sekolah menengah pertama dan akan melanjutkan ke sekolah menengah atas.
Pada pertengahan tahun 2011, saya diterima di salah satu SMA negeri di kota saya yaitu SMA Negeri 2 Pematangsiantar. Selama di SMA, saya bukanlah anak yang begitu aktif di kegiatan- kegiatan organisasi, tetapi betapa bahagianya saya, Tuhan begitu baik mengaruniakan orang- orang hebat di sekitar saya, saya memiliki banyak teman yang baik. Saya hanya mengikuti kegiatan paduan suara kristiani, yang hanya perlu latihan apabila ada event yang akan diikuti.
Berbicara tentang hobby, saya suka membaca buku cerita, berolahraga, dan tentunya makan ehehe.. Berbicara tentang hal yang disuka dan yang tidak, saya suka semua yang baik di dunia ini, saya suka berbicara dengan orang banyak, saya suka bergaul dengan orang banyak,saya suka mengerjakan suatu pekerjaan dengan santai tanpa mengabaikan batas waktu, saya suka makan nasi goreng setiap harinya, saya sangat suka telur dadar, dan masih banyak yang lainnya. Ketidaksukaan saya terhadap sesuatu juga bisa diketahui kriterianya, seperti saya tidak suka menjadi beban bagi orang, merugikan orang, saya tidak terbiasa dengan orang yang suka mengebut suatu pekerjaan (dalam hal diberi waktu deadline, saya pasti akan menyelesaikan sebelum jatuh tempo tetapi tidak dengan buru-buru), dan yang paling saya tidak suka yaitu ketika kita diharuskan mencari perhatian untuk mendapatkan suatu perhatian lebih ataupun nilai tambah bagi orang tersebut.
Sekitar bulan april 2014 saya menyelesaikan studi saya di sekolah menengah atas. Saya di terima SNMPTN di salah satu universitas negeri di semarang, tetapi saya tidak mendaftar ulang dikarenakan Ibu saya hanya ingin saya masuk STAN. Kemudian saya mendaftar di STAN pada tahun itu dan puji Tuhan, saya diberi berkat yang luar biasa, Tuhan menjawab doa Ibu saya. Pada Bulan September saya melanjutkan studi program diploma 1 spesialisasi perpajakan di Balai Diklat Keuangan Medan. Setahun menjalani pendidikan kemudian lulus di bulan oktober 2015, dilanjutkan dengan orientasi dan pemberkasan yang dilakukan di Jakarta pada bulan november 2015.
Pada bulan desember 2015, tibalah pengumuman yang ditunggu-tunggu yaitu pengumuman penempatan On Job Training (OJT). Saya ditempatkan di salah satu KPP di Bandung yaitu KPP Pratama Bandung Cibeunying. Saya sangat menikmati hari- hari saya selama disana, sangat menikmati pergaulan disana, dan tentunya tata krama yang sangat jauh berbeda dibandingkan dengan kampung halaman saya.
Tidak sampai tujuh bulan OJT, penempatan definitif sudah kembali menghampiri. Lagi lagi doa ibu saya didengar oleh Tuhan. Ibu saya ingin saya penempatan di medan agar bisa pulang ke rumah setiap minggunya. Pada bulan juli 2016, saya penempatan definitif di KPP Pratama Medan Petisah.
KPP Pratama Medan Petisah merupakan kantor pertama saya. Sangat banyak kenangan yang saya miliki disana, teman- teman yang sudah berasa seperti keluarga saya sendiri, kakak abang yang selalu ada mengisi hari- hari saya setiap waktunya, serta atasan- atasan yang selalu memberikan motivasi dan arahan dalam bekerja. Dua setengah tahun mengabdi di KPP Pratama Medan Petisah bukanlah hal yang singkat bagi saya. Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan, banyak pelajaran baru yang saya terima, banyak keluarga- keluarga baru juga tentunya.
Pada bulan Januari 2019, keluarlah pengumuman penerimaan mahasiswa tugas belajar D-III Penilai Alih Program Politeknik Keuangan Negara STAN, dengan segala dukungan dan masukan dari orang-orang di sekitar saya, saya mengikuti ujian tersebut . Mengingat sebelumnya, anak Diploma I selalu berorientasi melanjutkan studi ke D-III Khusus dan meraih mimpi- mimpinya yang lain, saya juga mulai meneguhkan hati saya untuk mengikuti ujian tersebut.
Tidak jauh dari saat itu, sekitar bulan Februari 2019, kembali mensyukuri berkat Tuhan yang luar biasa, doa Ibu saya kembali di dengar oleh Tuhan. Saya dinyatakan lulus sebagai Mahasiswa Tugas Belajar D-III Penilai Alih Program Politeknik Keuangan Negara STAN 2019. Sungguh saya sangat bersyukur atas semua berkat yang saya terima. Tentunya hal tersebut bukanlah karena kekuatan saya, melainkan kekuatan doa dari orang-orang di sekitar saya.

Inilah saya dengan segala kekurangan saya, 
Sri Rezeki Situmorang, Mahasiswi D-III Penilai Alih Program PKN STAN 2019 


No comments:

Post a Comment