Long
time no post here. I’m pretty sure that you miss me ^_^ hehe ...
Nah,
dalam kesempatan ini, saya akan mencoba untuk membuat cerita singkat tentang diri saya dalam bentuk
essay. Essay ini saya buat dalam rangka pemenuhan tugas kuliah saya yaitu mata
kuliah Komunikasi Bisnis.
Konsep
diri merupakan bagian dari bentuk komunikasi antar pribadi (Interpersonal
Communication). Komunikasi ini masuk ke dalam kesadaran diri kita sendiri (self
awareness). Konsep diri ini sangatlah penting agar kita mampu mengetahui
bagaimana kita memandang dan memahami diri kita sendiri.
Konsep
diri juga merupakan pandangan seseorang tentang evaluasi dirinya sendiri.
Konsep diri tumbuh dari interaksi sosial dalam lingkungan yang berpengaruh
terhadap kehidupan individu serta juga memiliki dimensi yaitu pengetahuan
tentang diri sendiri, penghargaan terhadap diri, dan penilaian terhadap diri
sendiri. Konsep diri menjadi bagian terpenting dari kepribadian seseorang dalam
bersikap dan berperilaku.
So, check it out!
Saya,
Sri Rezeki Situmorang, anak ke empat dari empat bersaudara. Mau tau nama
panggilan saya? Hehe.. Saya memiliki banyak nama panggilan, terkadang dipanggil
cik, terkadang cikna, terkadang sri, terkadang serik ataupun srik. Bermacam-macam bukan? Iya betul sekali. Saya tidak
mempermasalahkan sama sekali orang-orang memanggil saya dengan sebutan apa.
Di
hari minggu pada tanggal 1 September 1996,tepatnya pukul 07:00 wib saya dilahirkan ke dunia. Saya lahir di sebuah
kota kecil yang berada di provinsi sumatera utara, yaitu kota Pematangsiantar. Dilimpahi sebuah keluarga sederhana dari seorang Ibu br Sinaga dan Ayah saya yang tentunya bermarga Situmorang. Iyaa, saya turunan orang batak asli, pliss jangan permasalahkan nama saya yang nama orang jawa hehe..
Saya
adalah anak ke empat dari empat bersaudara. Iya, saya anak bungsu.
Menjadi anak bungsu bukanlah hal yang mudah. Ketika saudara-saudara saya yang
lain beranjak dewasa, saya juga dituntut untuk bersikap lebih dewasa di usia
saya yang seharusnya masih sedikit kekanak-kanakan. Saya memiliki tiga saudara
yang terdiri dari dua kakak perempuan dan satu kakak laki-laki yang biasa saya
panggil abang.
Betapa saya bahagia memiliki keluarga yang sangat berarti bagi saya. Saya bukan orang yang luar biasa tapi Tuhan begitu baik selalu mengaruniakan keluarga yang luar biasa kepada saya. Tidak bermaksud melebih-lebihkan, tetapi saya sadar kalau saya ada berkat mereka. Tanpa mereka saya bukan siapa-siapa. Saya sangat menyayangi mereka dan tidak ingin kehilangan satupun dari antara mereka.
Pada
tanggal 26 Desember 1996, saya dibaptis di sebuah gereja di tempat orang tua
saya terdaftar. Pada saat itulah nama saya
Sri Rezeki Situmorang, disahkan. Hari itu juga, saya resmi terdaftar di gereja
tersebut.
Pada
saat kecil saya lebih sering ditemani oleh Ibu saya. Hal itu dikarenakan Ayah
saya yang pergi ke sekolah setiap harinya. Tapi itu dulu, ketika saya masih
kecil. Iya, Ayah saya adalah seorang guru.
Di
usia saya ke enam tahun, saya didaftarkan memasuki Sekolah Dasar (SD). Salah
satu sekolah yang terletak tidak jauh dari rumah saya. Saya mulai masuk sekolah
di sekitar pertengahan tahun 2002 yaitu di SD GKPS 1 Pematangsiantar. Saya
tidak mengerti sama sekali apa yang ada di pikiran saya, saya hanya mengikuti
arahan ibu saya. Ibu saya merapikan seragam yang saya pakai dan
perlengkapan-perlengkapan lainnya dan saya diantar sampai ke dalam kelas.
Terlihat
jelas apa yang dilakukan ibu saya ketika menunggu saya di luar, Ibu saya
tersenyum bahagia melihat anak bungsunya sudah mulai menikmati bangku sekolah.
Di sisi lain, saya tidak mengerti apa tujuan saya pergi ke sekolah. Di pikiran
saya, kita hidup di dunia hanyalah untuk menikmati hidup, makan apabila waktu
makan sudah tiba, tidur apabila waktu tidur sudah tiba, dan selebihnya
bermain-main.
Hari
pertama saya sekolah selesai, dan saya tidak menikmatinya. Saya tidak tahu
tujuannya untuk apa saya disekolahkan, dan saya kembali ke rumah. Hari-hari
selanjutnya seperti itu, bedanya saya sudah berangkat sendiri ke sekolah.
Waktu demi waktu berlalu, saya mulai menikmati semua kegiatan saya. menjadi siswa sekolah dasar ternyata adalah hal yang paling menyenangkan. Memiliki banyak teman bahkan bermain-main menghabiskan waktu dengan mereka.
Sebagai seorang siswa, tentunya saya juga mengikuti ekstrakulikuler di sekolah saya, seperti latihan menari tari daerah. Saya kerap ikut lomba-lomba tari daerah mewakili sekolah saya. Selain itu juga saya mengikuti beberapa olimpiade matematika baik itu tingkat antar sekolah, antar rayon, bahkan tingkat kabupaten/ kota. Hingga akhirnya saya lulus sekolah dasar pada pertengahan tahun 2008.
Waktu demi waktu berlalu, saya mulai menikmati semua kegiatan saya. menjadi siswa sekolah dasar ternyata adalah hal yang paling menyenangkan. Memiliki banyak teman bahkan bermain-main menghabiskan waktu dengan mereka.
Sebagai seorang siswa, tentunya saya juga mengikuti ekstrakulikuler di sekolah saya, seperti latihan menari tari daerah. Saya kerap ikut lomba-lomba tari daerah mewakili sekolah saya. Selain itu juga saya mengikuti beberapa olimpiade matematika baik itu tingkat antar sekolah, antar rayon, bahkan tingkat kabupaten/ kota. Hingga akhirnya saya lulus sekolah dasar pada pertengahan tahun 2008.
Setelah lulus, kemanakah saya melanjut?
Saya
tidak tahu sebelumnya hal apa yang membawa saya ke sekolah ini. Saya tidak
pernah membayangkan sebelumnya. Saya bertanya kepada orangtua saya, dan mereka
berkata, ke sekolah ini aja, biar pergi pulangnya selalu bareng Ayah. Oke, saya
mengikuti arahannya.
Di
pertengahan tahun 2008, Ayah menemani saya mendaftar di Yayasan Perguruan
Teladan, sebuah sekolah swasta di kota kelahiran saya yang terletak lumayan
jauh dari rumah saya. Banyak waktu yang lebih berkualitas saya lalui bersama Ayah.
Diantar dan dijemput pulang sekolah sama Ayah, makan siang selalu di luar
bersama Ayah, dan banyak hal lainnya.
Selama di SMP saya mengikuti beberapa ekstrakulikuler seperti basket dan volley. Saya sangat menikmati waktu-waktu saya. Selain itu saya juga pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi mewakili sekolah saya di kota Medan. Hingga tiba pertengahan tahun 2011, saya lulus dari sekolah menengah pertama dan akan melanjutkan ke sekolah menengah atas.
Selama di SMP saya mengikuti beberapa ekstrakulikuler seperti basket dan volley. Saya sangat menikmati waktu-waktu saya. Selain itu saya juga pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi mewakili sekolah saya di kota Medan. Hingga tiba pertengahan tahun 2011, saya lulus dari sekolah menengah pertama dan akan melanjutkan ke sekolah menengah atas.
Pada
pertengahan tahun 2011, saya diterima di salah satu SMA negeri di kota saya
yaitu SMA Negeri 2 Pematangsiantar. Selama di SMA, saya bukanlah anak yang
begitu aktif di kegiatan- kegiatan organisasi, tetapi betapa bahagianya saya,
Tuhan begitu baik mengaruniakan orang- orang hebat di sekitar saya, saya
memiliki banyak teman yang baik. Saya hanya mengikuti kegiatan paduan suara
kristiani, yang hanya perlu latihan apabila ada event yang akan diikuti.
Berbicara
tentang hobby, saya suka membaca buku cerita, berolahraga, dan tentunya
makan ehehe.. Berbicara tentang hal yang disuka dan yang tidak, saya suka semua
yang baik di dunia ini, saya suka berbicara dengan orang banyak, saya suka
bergaul dengan orang banyak,saya suka mengerjakan suatu pekerjaan dengan santai
tanpa mengabaikan batas waktu, saya suka makan nasi goreng setiap harinya, saya
sangat suka telur dadar, dan masih banyak yang lainnya. Ketidaksukaan saya
terhadap sesuatu juga bisa diketahui kriterianya, seperti saya tidak suka
menjadi beban bagi orang, merugikan orang, saya tidak terbiasa dengan orang
yang suka mengebut suatu pekerjaan (dalam hal diberi waktu deadline, saya pasti
akan menyelesaikan sebelum jatuh tempo tetapi tidak dengan buru-buru), dan yang
paling saya tidak suka yaitu ketika kita diharuskan mencari perhatian untuk
mendapatkan suatu perhatian lebih ataupun nilai tambah bagi orang tersebut.
Sekitar
bulan april 2014 saya menyelesaikan studi saya di sekolah menengah atas. Saya
di terima SNMPTN di salah satu universitas negeri di semarang, tetapi saya
tidak mendaftar ulang dikarenakan Ibu saya hanya ingin saya masuk STAN.
Kemudian saya mendaftar di STAN pada tahun itu dan puji Tuhan, saya diberi
berkat yang luar biasa, Tuhan menjawab doa Ibu saya. Pada Bulan September saya melanjutkan
studi program diploma 1 spesialisasi perpajakan di Balai Diklat Keuangan Medan.
Setahun menjalani pendidikan kemudian lulus di bulan oktober 2015, dilanjutkan
dengan orientasi dan pemberkasan yang dilakukan di Jakarta pada bulan november
2015.
Pada
bulan desember 2015, tibalah pengumuman yang ditunggu-tunggu yaitu pengumuman
penempatan On Job Training (OJT). Saya ditempatkan di salah satu KPP di Bandung
yaitu KPP Pratama Bandung Cibeunying. Saya sangat menikmati hari- hari saya
selama disana, sangat menikmati pergaulan disana, dan tentunya tata krama yang
sangat jauh berbeda dibandingkan dengan kampung halaman saya.
Tidak
sampai tujuh bulan OJT, penempatan definitif sudah kembali menghampiri. Lagi
lagi doa ibu saya didengar oleh Tuhan. Ibu saya ingin saya penempatan di medan
agar bisa pulang ke rumah setiap minggunya. Pada bulan juli 2016, saya
penempatan definitif di KPP Pratama Medan Petisah.
KPP
Pratama Medan Petisah merupakan kantor pertama saya. Sangat banyak kenangan yang
saya miliki disana, teman- teman yang sudah berasa seperti keluarga saya
sendiri, kakak abang yang selalu ada mengisi hari- hari saya setiap waktunya, serta
atasan- atasan yang selalu memberikan motivasi dan arahan dalam bekerja. Dua
setengah tahun mengabdi di KPP Pratama Medan Petisah bukanlah hal yang singkat
bagi saya. Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan, banyak pelajaran baru
yang saya terima, banyak keluarga- keluarga baru juga tentunya.
Pada
bulan Januari 2019, keluarlah pengumuman penerimaan mahasiswa tugas belajar
D-III Penilai Alih Program Politeknik Keuangan Negara STAN, dengan segala
dukungan dan masukan dari orang-orang di sekitar saya, saya mengikuti
ujian tersebut . Mengingat sebelumnya, anak Diploma I selalu berorientasi
melanjutkan studi ke D-III Khusus dan meraih mimpi- mimpinya yang lain, saya
juga mulai meneguhkan hati saya untuk mengikuti ujian tersebut.
Tidak
jauh dari saat itu, sekitar bulan Februari 2019, kembali mensyukuri berkat
Tuhan yang luar biasa, doa Ibu saya kembali di dengar oleh Tuhan. Saya
dinyatakan lulus sebagai Mahasiswa Tugas Belajar D-III Penilai Alih Program
Politeknik Keuangan Negara STAN 2019. Sungguh saya sangat bersyukur atas semua
berkat yang saya terima. Tentunya hal tersebut bukanlah karena kekuatan saya,
melainkan kekuatan doa dari orang-orang di sekitar saya.
Inilah saya dengan segala kekurangan saya,
Sri
Rezeki Situmorang, Mahasiswi D-III Penilai Alih Program PKN STAN 2019
